Tips Mengajar Mahasiswa Difabel Tuna Rungu


Apakah kalian sudah tahu bahwa aku ada di dalam kelas kalian? Apakah kalian tahu bahwa aku adalah seorang tunarungu? Apakah kalian tahu bahwa aku hanya bisa mendengar melalui mataku? Jika kalian sudah mengetahuinya, lalu mengapa kalian masih memalingkan wajah ketika berbicara denganku? Mengapa kalian masih membelakangiku ketika mengucapkan sesuatu? Mengapa kalian masih berbicara dengan sangat cepat?”

Berangkat dari satu curahan hati salah seorang kawan, saya ingin berbagi dengan para Sahabat Inklusi terkait hal-hal yang perlu diketahui ketika mempunyai kawan ataupun mahasiswa yang memiliki keterbatasan dalam mendengar (tunarungu).
Informasi ini sangat disarankan untuk dibaca! (Tapi nggak maksa sih… :D)
Berikut ini adalah beberapa tips mengajar mahasiswa difabel tunarungu. Ada di antaranya juga berguna untuk diketahui mahasiswa yang memiliki kawan difabel tunarungu di kelas. 

1. Di awal perkuliahan, sempatkanlah waktu untuk berbicara secara pribadi dengan mahasiswa difabel, terutama mengenai kebutuhan belajar mereka. Akan lebih baik jika setiap sebelum diadakannya         perkuliahan, bahan ajar sudah diberikan atau diinformasikan pada mahasiswa tunarungu maupun mahasiswa lainnya supaya dapat dipelajari sebelumnya; 
2. Berikan kesempatan mahasiswa difabel untuk berinteraksi sosial di dalam maupun di luar kelas; 
3. Bercakaplah secara langsung dengan mahasiswa difabel rungu, tidak perlu menggunakan perantara (meskipun ia memiliki pendamping atau penerjemah bahasa isyarat)
*  Sebelum mengajak mahasiswa tunarungu berbicara, pastikan mereka tahu bahwa Anda sedang mengajak mereka berbicara. Jika perlu, sentuh pundaknya apabila mereka belum menyadarinya
*   Berbicaralah di dalam posisi di mana mahasiswa tunarungu bisa melihat wajah (gerak bibir) Anda
*     Usahakan tidak ada yang menghalangi wajah (bibir) Anda seperti masker atau kumis
*  Anjurkan para difabel tunarungu untuk duduk di kursi bagian depan supaya lebih mudah membaca gerak bibir Anda, atau bisa juga menganjurkan untuk duduk di kursi bagian manapun yang bisa membuat mereka merasa lebih nyaman untuk mengakses dan membaca gerak bibir Anda
*      Gunakanlah BAHASA yang SEDERHANA dan MUDAH DIPAHAMI
*      Pahamilah bahwa sebagian besar tunarungu mengalami kendala dalam kemampuan bahasa
*   Pahamilah bahwa seluruh informasi ataupun pertanyaan yang terjadi di dalam kelas adalah penting, tidak ada informasi ataupun pertanyaan yang tidak penting. Seluruh informasi yang terjadi di dalam kelas maupun di luar kelas selama berkaitan akan menjadi hal yang penting untuk diberitahukan pada mahasiswa tunarungu
*     Pahamilah bahwa sebagian besar tunarungu merasa kesulitan terhadap bahasa oral, dan ada banyak bahasa oral yang sulit terbaca oleh para tunarungu karena menggunakan permainan lidah bukan gerak bibir saja (contoh: buku, kutu, kuku, susu)
*     Jika mahasiswa difabel memiliki pendamping, berikanlah informasi-informasi terkait kelas dan mata kuliah tersebut kepada pendamping (kontrak belajar, materi-materi perkuliahan, informasi kuliah lapangan, praktik, dan lain-lain) supaya dapat disampaikan kepada para mahasiswa tunarungu; 
4.  Berikan kesempatan mahasiswa untuk terlibat aktif di dalam pembelajaran;
5.  Libatkan mahasiswa difabel dalam diskusi kelas; 
6. Berikan tugas mandiri jika dirasa perlu dan mahasiswa difabel tunarungu dapat mengerjakannya; 
7.  Berikan dan sediakan bahan ajar sesuai dengan yang dibutuhkan mahasiswa tunarungu (lengkapi informasi auditori dengan visual, bahan ajar maupun presentasi power point lebih lengkap tidak hanya pointer); 
8. Libatkan para mahasiswa non difabel untuk mengetahui, turut peduli dan membantu (setidaknya mengetahui tata cara ketika mempresentasikan tugas di depan kelas kapada mahasiswa tunarungu dan memberikan informasi terkait situasi kelas maupun tugas individu dan kelompok); 
9.  Jika perlu, tambahkan waktu di luar jam perkuliahan untuk memahami dan memenuhi kebutuhan difabel.

Berharap ketika para Sahabat Inklusi sudah membaca beberapa hal di atas, keadaan akan lebih berpihak pula pada para kawan difabel. ;)


Sumber: Curahan Hati kawan-kawan Mahasiswa Tunarungu, Catatan di Pusat Layanan Difabel UIN Sunan Kalijaga Yogyakarta.

Comments

Popular Posts