Al-Quran dalam Getaran
Foto: https://mqitt.files.wordpress.com/2010/05/al_quran_by_juba_paldf.jpg
Al-Quran dalam
Getaran
UIN Sunan Kalijaga Yogyakarta ialah sebuah kampus
yang bersedia menerima mahasiswa dengan kondisi difabel yang menjadi identitas
dirinya. Tak terpungkiri dengan aku. Beni.
Seorang tunarungu yang terbelenggu sebuah kesunyian yang diam dan menyudutkan.
Pusat Layanan Difabel (PLD) merupakan sarana
penolong bagiku dan teman-teman difabel yang lain. Hampir setiap hari kuliah
banyak mahasiswa tunanetra, tunarungu, serta tunadaksa berkunjung ke sana
sekadar bermain atau mengerjakan tugas. PLD sudah seperti rumah bagi kami. Kami
menemukan sisa semangat kami yang sempat hilang setelah menemukan banyak teman
yang mengalami kondisi sama atau orang-orang yang mau mengerti kondisi kami.
Banyak relawan sesama mahasiswa yang mau meluangkan
waktunya untuk mendampingi tunarungu sepertiku supaya bisa lebih memahami mata
kuliah yang aku ikuti. Mereka merupakan telinga pengganti atas tak berfungsinya
telinga dan pendengaranku. Pimpinan PLD dan beberapa pengurus telah banyak
membantu kami, memikirkan dan mengarahkan.
FORSI (Forum Sahabat Inklusi) menjadi wadah bagi
kami untuk belajar berorganisasi. Siapa bilang difabel tidak mampu menyuarakan
pendapat? Kami diperbolehkan memberi usul mengenai kegiatan-kegiatan yang bisa
diselenggarakan. Bahkan aku serta teman difabel lainnya bisa dengan gratis
mengikutinya. Ya, karena memang kegiatan-kegiatan yang diadakan FORSI bertujuan
untuk dapat membantu kami agar kami bisa lebih mudah dalam melakukan suatu hal,
terutama yang mencakup kebutuhan kami.
Ada beberapa program kegiatan yang sudah terlaksana,
seperti pelatihan Bahasa Indonesia bagi tunarungu, pelatihan komputer bagi
tunanetra, dan pelatihan bahasa isyarat bagi tunarungu yang belum mahir
berbahasa isyarat. Aku adalah salah satu tutor atau pengajar bahasa isyarat di
sana.
Para relawan
dan mahasiswa non relawan banyak yang
berantusias untuk mengikutinya, cerita punya cerita menurut beberapa orang dari
mereka, penyebab semangat mereka belajar tentang bahasa yang sering digunakan
tunarungu sepertiku ini karena ingin bisa bercerita banyak tentang duniaku dan
dunia mereka. Aku bersyukur karena ternyata banyak juga orang yang mau mengerti
kondisi kami bahkan masuk ke dalam dunia kami, meskipun mereka tak akan pernah
mampu mengerti seluruhnya tentang apa yang aku dan teman-temanku rasakan. Namun,
terimakasih untuk itu. Kalian sudah sangat berusaha. J
Aku sangat bersyukur karena aku terlahir di dalam
sebuah keluarga yang begitu menyayangiku. Aku beruntung meskipun aku
ditakdirkan untuk kehilangan pendengaranku namun mereka tetap mengasihiku.
Sudah cukup bagiku untuk menyesali segala kejadian
di masa lampau yang telah merenggut pendengaranku. Meskipun kejadian itu telah
melemparku ke dalam jurang kesunyian. Semangat yang sempat meluntur akhirnya
sedikit demi sedikit tertata kembali.
Kakak. Ngomong-ngomong tentang kakak, aku pun
seorang kakak untuk adik-adikku, namun aku sangat menikmati posisiku sebagai
seorang adik kala itu. Manis, tentu saja aku adalah seorang adik yang manis
bagi kakakku. J Kakakku menerima mandat hebat dari
ibuku tercinta untuk mengajariku banyak hal.
Ketika kecil dulu, ia berusaha keras supaya aku
mampu berbahasa Indonesia dengan baik meskipun aku tak mampu mendengar dan
berincang-bincang secara gamblang dengan orang-orang yang normal pendengaran
juga suaranya. Ya, karena suaraku pun pergi melangkah menjauhiku bersama
pendengaranku.
Kakakku pernah tinggal di Bekasi dan belajar tentang
cara melafazkan Al-Quran dengan tata baca yang sesuai di salah satu masjid di
kota itu. Aku tahu, ia begitu menyayangiku, hingga ia tak mau aku tumbuh dengan
tanpa kemampuan beragama. Alhamdulillah… kakakku mau bersabar mengajariku untuk
lebih mengenal Tuhan-ku.
Sepulangnya ke Magelang Jawa Tengah tempat tinggal
aku dan keluarga ia mengajarkan banyak ilmu padaku. Dengan menggunakan teknik
“merasakan getaran” yang ada di leher ia memberitahuku. Bunyi yang jika
dirasakan melalui getaran akan bisa dikenali oleh tunarungu sepertiku. Berkali-kali
ia meletakkan beberapa jarinya di leherku ketika kami sedang berlatih supaya ia
dapat mengetahui tepat atau tidaknya aku dalam melafazkan. Mengagumkan. Allah
telah menciptakan banyak hal yang bisa dipelajari dengan segala cara untuk bisa
mempelajarinya. Menakjubkan.
Menenangkan. Al-Quran mampu membuat hati yang kosong
menjadi berarti. Aku senang menjadi salah satu tunarungu yang diberi kesempatan
untuk mempelajari Al-Quran. Aku merasa dekat dengan Pemilikku. Aku merasa Ia
mau memperhatikanku.
Istriku adalah perempuan terhebat yang sangat cantik
paras dan hatinya. Bukan hanya itu, aku
pun seorang ayah untuk malaikat kecilku. Tugasku sebagai kepala keluarga harus
aku kerjakan dengan penuh tanggung jawab. Aku ingin yang terbaik bagi kedua
malaikatku itu. Meskipun istriku juga adalah seorang penyandang tunarungu, tapi
kami begitu bahagia. Rasa sayangku bertambah ketika ia berhasil melahirkan
seorang putri yang manis. Putriku adalah seorang yang hadir dengan pendengaran
yang normal. Kata tetanggaku, suara putriku juga elok dan lucu. J
Alhamdulillah… semoga kelak menjadi perempuan yang solikhah ya, Nak…
Masih dengan cerita tentangku, aku adalah seorang
mahasiswa semester lima jurusan Pendidikan Agama Islam (PAI). Beberapa temanku
menanyakan alasan mengapa aku memilih jurusan ini. Alasanku mengapa aku
mengambil jurusan PAI, singkat saja. Karena aku ingin orang-orang penyandang
tunarungu sepertiku mau dan mampu mengenal Tuhan-nya. Aku kasihan, karena
banyak dari mereka belum tahu surga dan neraka.
Berkaitan dengan ilmu tentang agama yang aku tempuh,
aku ingin mengajarkan pada teman-temanku untuk belajar melafazkan Al-Quran. Semua
boleh mengikuti, bahkan aku akan sangat senang jika banyak yang berantusias. Aku
khususkan bagi para penyandang tunarungu di kampusku. Aku mengusulkan ide
besarku ini ke dalam beberapa grup di sosial media seperti grup Volunteer
Difabel dan FORSI (Forum Sahabat Inklusi).
Banyak orang yang memberikan respon positif. Hal itu
menjadikanku semakin bersemangat karena aku diperkenankan membantu mereka untuk
belajar bersama melafazkan Kalam Allah.
-R-
Comments
Post a Comment